Internet Dapat Mencegah Pikun.
Ini adalah berita gembira bagi para netters dan bloggers pada umumnya sekaligus bagi para lanjut usia ( lansia ) khususnya.
Karena dengan mengakses internet, kita tidak hanya dapat mengetahui informasi tetapi dengan surfing di dunia maya ini, dapat membantu untuk memperbaiki dan melatih fungsi otak.
Dan ini, khususnya bagi lansia, dapat mencegah pikun (dementia) yang seringkali mengancam orang lanjut usia, karena dengan mengakses internet berarti kita sudah melakukan atau melibatkan otak dalam sebuah aktivitas yang cukup rumit sehingga fungsi otak tetap dapat dipertahankan.
Dengan surfing di internet, ibaratnya kita seperti membaca sebuah buku, sehingga bagian otak yang berfungsi untuk pengendalian bahasa, pengendalian daya ingat dan daya visual akan ikut bekerja, bahkan menambahkan aktivitas tambahan bagi otak yaitu untuk pengendalian keputusan dan pertimbangan.
Ini yang membedakannya dengan membaca, karena bila kita surfing di internet maka kita akan dihadapkan dengan berbagai macam pilihan informasi yang harus kita pilih atau kita klik, dengan adanya keputusan yang harus dibuat inilah aktivitas bagian otak untuk pembuatan keputusan dan pertimbangan akan terus diasah.
Nah, bila lansia sering2 mencari informasi di internet akan menghambat sejumlah proses penuaan pada otak seperti pengurangan atau penciutan aktivitas sel otak dan akan membuat orang tua ini tetap segar ingatannya.
Ada juga beberapa kegiatan lain yang disinyalir dapat juga mencegah dementia/pikun yaitu bermain puzzle, bermain musik, main catur dan juga harus dibantu dengan menjaga makanan dengan gizi yang seimbang dan tidak lupa pula dengan olah raga yang teratur.
Mengatasi Anak Mengompol.
Anak adalah buah hati dari orang tua ( bapak dan ibu ), jadi pastilah orang tua akan sayang sekali kepada anaknya, tetapi kadang-kadang ada kebiasaan atau tingkah laku anak yang sering kali membuat orang tua kesal, salah satunya adalah kebiasaan mengompol (enuresis). Ada yang perlu dikaji disini, sebenarnya mengompol pada anak balita adalah sesuatu yang wajar, sedangkan banyak orang tua yang menganggap itu tidak wajar, sehingga si anak akan diberi hukuman entah berupa larangan atau ejekan yang
membuat kebiasaan mengompol anak ini malah menjadi-jadi, seharusnya disini orang tua tidak perlu kuatir, anak baru perlu mendapat perhatian khusus apabila ia terus mengompol setelah melewati usia 5 tahun.
Beberapa Penyebab Mengompol.
1. Kelelahan Fisik.
Apabila sianak beraktivitas berlebihan sebelum tidur, maka malam harinya ia akan
tidur lelap, sehingga bila terasa ingin buang air kencing dia akan sulit untuk
bangun.
2. Faktor Lingkungan.
MIsalnya apabila berada di ruangan yang ber AC atau saat cuaca dingin.
3. Emosi.
Banyak contohnya disini salah satunya adalah punya adik baru, sedang pindah
rumah,dll
Bagaimana cara mengatasinya ?
Harus dipastikan dulu bahwa tidak ada penyakit atau kelainan tertentu yang menjadi penyebab, karena bila ada faktor ini harus dikonsultasikan secara mendalam dengan dokter untuk mengatasi penyebabnya.
Tips - tips yang harus dilakukan untuk mengatasi kebiasaan mengompol :
1. Bersikaplah sewajarnya.
Jangan menunjukkan rasa jengkel,marah atau bahkan panik.
2. Bicarakan baik-baik dengan anak anda.
Ada banyak kasus dimana anak berhenti mengompol setelah diajak bicara dari hati-
hati. Bila penyebabnya karena ia iri dengan perhatian orang tua kpd adik bayinya
cari pemecahan bersama dan beri perhatian yang cukup untuk kakakny`.
3. Usahakan bangunkan anak sebelum ia mengompol.
Bila ia mengompol 3 jam setelah tidur, maka bangunkan anak 2 jam setelah tidur,
kemudian ajak kekamar mandi dan suruh ia buang air kecil.
4. Hindari memberi banyak minum sebelum tidur.
Apalagi minuman yang memudahkan buang air kecil, seperti minuman dingin, atau teh
manis.
5. Beri dukungan anak.
Ini adalah tindakan terpenting diantara yang lain, jadi anak harus diberi
dukungan bukan malah di ejek,dimarahi,atau bahkan dihukum, karena ini malah
membuat anak jadi depresi dan cemas, sehingga akan membuat anak menjadi
pendiam,minder,pemalu yang akan menambah masalah lagi dan memperberat kebiasaan
mengompolnya. Jadi jangan sekali-kali mempermalukan anak atau membandingkan dengan
anak lain, malah bila sianak berhasil tidak mengompol berilah ia hadiah dan pujian
tentang keberhasilannya dihadapan banyak orang, agar ia semakin termotivasi.
6. Latihan menahan kencing.
Latihan ini berguna untuk membantu kandung kemih menampung urin lebih banyak,
serta menyadarkan si anak akan sinyal dari kandung kemihnya.
Yang perlu juga diperhatikan juga oleh orang tua adalah mengompol ini bisa sembuh sendiri, jadi hanya perlu kesabaran dan ketelatenan ortu, biasanya antara usia 7-12 tahun yang sering terjadi kesembuhan, dan sedikit saja anak yang terus mengalaminya sampai remaja.






